KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Senin, 18 Oktober 2010

Microsoft Latih 20 Sekolah Rintisan Internasional di Yogya


Ilustrasi (fyk/inet)

Yogyakarta - Melanjutkan program pendidikan berbasis TI, Partners in Learning, Microsoft menjalin kesepakatan dengan Dinas Pendidikan DI Yogyakarta mengadakan pelatihan TI pada 20 SMP kategori RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Sekolah itu akan jadi pilot project proses belajar mengajar berbasis Teknologi Informasi.

"20 sekolah di DIY akan dilatih menerapkan IT, misalnya mengoptimalkan e-mail, portal, dan kegiatan belajar mengajar interaktif di mana murid bisa men-download, riset dan mengerjakan tugas di internet," jelas Sutanto Hartono, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia di Yogyakarta, Senin (18/10/2010).

Sutanto menjelaskan, program Partners in Learning Microsoft saat ini sudah melatih sebanyak 22 ribu guru dan 2,7 juta murid di seluruh Indonesia. Khusus Yogyakarta, dilanjutkan dengan program pelatihan TI di RSBI karena sekolah di daerah ini dipandang lebih siap ketimbang daerah lain.

Prof. Dr. Suwarsih Madya selaku Kepala Dinas Pendidikan DIY pada kesempatan yang sama menyatakan, 20 RSBI yang telah dipilih akan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menerapkan TI. 20 RSBI yang terpilih diseleksi berdasarkan kesiapan mereka.

"Sekolah non RSBI juga akan ditulari, sebab program ini bertahap. 20 sekolah ini akan menjadi pilot school, dipilih yang sudah siap dan semangatnya ada sehingga bisa menjadi contoh," tukas Suwarsih.

Menurut Dr. Suwarsih, pada tahap awal, mata pelajaran yang akan berbasis TI adalah bidang IPA dan matematika. Kemudian akan dilanjutkan pada mata pelajaran yang lain, misalnya ilmu sosial.

"Dari 20 sekolah ini, pemimpinnya salah satunya adalah SMP 5 Yogyakarta. Tingkat SMP dipilih karena bisa mendasari para murid, karena lebih mudah sesuatu ditanamkan di SMP daripada di SMA," lanjut Suwarsih.

Dr Suwarsih juga menekankan agar pelatihan berbasis TI ini jangan sampai meninggalkan budaya kebangsaan. Programnya pun dirancang sedemikian rupa sehingga di samping mendapat ilmu, para siswa tetap bisa belajar disiplin, berkarakter dan menghargai perbedaan.

"Program ini tahap awalnya di DIY dengan tujuan agar terbentuk dalam ruang yang lebih terbatas. Setelah sukses, lalu akan diimplementasikan ke tempat lain dan 20 sekolah ini jadi contoh. Tujuannya bukan hanya untuk RSBI saja, nantinya secara umum semua sekolah juga akan merasakan manfaatnya," pungkas Sutanto.

( fyk / rns )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages