Foto: YouTubeFoto: YouTube


 Jakarta - Tinggal dua hari lagi Samsung akan mengumumkan Galaxy S10 dan Galaxy S10+. Namun sebuah video beredar membeberkan fitur baru yang dimiliki kedua ponsel tersebut.


Video berdurasi 2 menit 12 detik itu sepertinya diambil dari sesi preview, kemudian secara tidak sengaja dipublish. Walau sumber aslinya sudah dihapus, video tersebut kadung tersebar di YouTube.

Dari sana terungkap fitur-fitur baru yang dibawa Galaxy S10 dan Galaxy S10+. Kebanyakan memang sudah kita ketahui dari berbagai rumor yang selama ini beredar.


Disebutkan kedua ponsel ini mengusung layar Super AMOLED. Galaxy S10 mengusung ukuran 6,1 inch, sementara Galaxy S10+ punya bentangan 6,4 inch.

Kamera selfie di dalam layarKamera selfie di dalam layar Foto: YouTube
Samsung mengadopsi kamera depan berada dalam layar. Galaxy S10 punya satu kamera selfie berukuran 10 MP, sedangkan Galaxy S10+ dibekali kamera depan ganda. 

Baik Galaxy S10 maupun Galaxy S10+ membawa tiga kamera di bagian belakang. Fungsinya sebagai kamera utama, wide angle dan tele 2x optical zoom.

Kabar baiknya Samsung tetap mempertahankan keberadaan jack audio 3,5 mm. Namun mereka tidak lagi menempatkan sensor sidik jarinya di bagian belakang maupun di samping bodi.

Sebagai ganti, vendor asal Korea Selatan itu menerapkan teknologi sensor sidik jari di bawah layar. Sehingga pengguna cukup menyentuhkan jari ke area bagian bawah layar, ponsel seketika akan terbuka setelah memidai.

Sensor sidik jari di bawah layar
Sensor sidik jari di bawah layar Foto: YouTube

Fitur baru lainnya adalah kemampuan sebagai powerbank wireless. Jadi cukup menempelkan ponsel ataupun Galaxy Buds ke bagian belakang bodi Galaxy S10 atau Galaxy S10+ untuk mengisi ulang secara wireless.

Sepertinya Galaxy S10 dan Galaxy S10+ masih memiliki fitur baru lain yang belum diungkap dalam video. Semua bakal dibeberkan dalam acara yang akan berlangsung 20 Februari (atau 21 Februari di Indonesia) mendatang di San Francisco, AS. Kita tunggu saja.
Foto: YouTube/Everything in oneFoto: YouTube/Everything in one


Jakarta - Sejak awal Februari, Redmi dirumorkan akan membesut ponsel              berotak Snapdragon 855. Kini, bos Redmi telah mengonfirmasi kabar tersebut.



Lewat laman Weibo, CEO Redmi Lu Weibing mengatakan bahwa ponsel baru mereka akan ditenagai Snapdragon 855. Hanya saja dia tidak menginformasikan ponsel apa yang bakal mengusung chipset besutan Qualcomm itu.






Saat ini mereka bersiap merilis Redmi Note 7 Pro. Tapi rasanya bukan ponsel ini yang ditenagai Snapdrgaon 855. Sebab bocoran menyebutkan Redmi Note 7 Pro bakal diotaki Snapragon 675.


Kendati belum terungkap ponsel apa yang akan tersemat Snapdragon 855, apa yang disampaikan Lu Weibing bakal mengubah image yang selama ini menempel di Redmi. Seperti kita ketahui saat belum menjadi sub-brand, Redmi menjadi lini ponsel entry level dari Xiaomi.
Ponsel Redmi Pakai Snapdragon 855, Bisa Rusak Harga Pasar?

Dengan rencana merilis ponsel yang ditenagai oleh chipset yang ditemukan di perangkat flagship akan sangat meanarik ditunggu. Sebab besar kemungkinan Redmi bakal membanderol dengan harga yang terjangkau. 

Apakah akan merusak harga pasar? Bisa jadi, karena ada rumor kalau Xiaomi tidak akan merilisnya di China karena bisa mempengaruhi penjualan dari Pocophone F2 yang diperkirakan harganya jauh lebih rendah dari kelas flagship lainnya. (agt/afr)
Foto: istimewa



Jakarta - Setelah lepas dari Go-Jek, Alamanda Shantika Santoso kini makin sibuk mencetak programer. Selain lewat Femdev, kini ia bersiap membuka sekolah programer gratis di Yogyakarta.

Berbincang dengan detikINET, wanita yang akrab disapa Ala itu menuturkan soal rencananya tersebut. Dia mengatakan ide membuka sekolah programer tercetus sebulan lalu. Masih minimnya talenta yang mumpuni menjadi alasan utamanya.

"Telenta teknologi di Indonesia sebenarnya masih sulit dicari. Demand dan suplai masih belum sebanding," kata Ala.

Menurutnya saat ini sudah banyak ide-ide bagus bermunculan dari pemikiran anak muda. Namun untuk bisa terealisasi kuncinya terletak pada eksekusinya. 

"Saat ini Indonesia sudah masuk ke tahap eksekusi. Jadi aku mau menyiapkan fondasi yang kuat dengan talenta yang mumpuni," ujar wanita yang hobi membaca ini.

Sekolah programing tersebut akan berlokasi di Yogyakarta. Dipilihnya Yogyakarta sendiri tidak terlepas dari kecintaan Ala terhadap kota ini. Ia mengaku ingin turut ambil bagian dalam membangun Kota Pelajar.

"Aku tuh cinta banget sama Yogya, walaupun bukan daerah asalku. Aku punya impian Yogyakarta menjadi salah satu hub tech di Indonesia," papar wanita berparas mungil itu.

Nantinya para pengajar adalah mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia programing di tanah air. Adapun materinya dari tingkat dasar hingga mahir seperti front end programing, mobile, backend sampai devops yang masih jarang di Indonesia.

"Pokoknya dari yang tidak bisa programming diajarin sampe bisa," tegasnya.

Bagi kamu yang tertarik ikut serta dapat registrasi di website binar.co.id. Mereka yang telah mendaftar akan disaring dengan serangkaian tes. Pihak Ala menargetkan dapat merekrut 5.000 siswa sepanjang tahun ini.

Kedepannya, Ala sudah punya rencana untuk membuka sekolah serupa di sejumlah daerah di tanah air. Sehingga semakin banyak daerah yang punya talenta berkualitas.

"Agar daerah lain dapat berkembang. Anak-anak bisa membangun daerahnya masing-masing," harap Ala.

Hackerspace

Selain digunakan untuk sekolah programing, bangunan yang berlokasi di JL Damai, Yogyakarta itu akan difungsikan sebagai hackerspace. Di mana para penggiat startup bisa saling berkerjasama dan saling berbagi ilmu.

"Di hackerspace kita bisa saling berkolaborasi. Talenta yang ada di hackerspace juga bisa mendapatkan mentoring terus," ungkap Ala.

Di sana akan ada research lab untuk mencoba teknologi terkini. Selain itu, jika startup di Jakarta ingin punya team di Yogyakarta akan pula dibantu.

"Kami akan bantu membuatkan tim. Tempat kerjanya pun disiapkan. Semua itu guna membuat sebuah ekosistem teknologi yang sehat," pungkasnya. (afr/fyk)
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman


Jakarta - Ponsel 5X Loseless Camera belum akan dirilis di pasaran dalam waktu dekat. Tapi Oppo sudah menyiapkan ponsel baru di tanah air.

Hal tersebut diungkap oleh Media Engagement Oppo Indonesia Aryo Meidianto. Ia mengatakan ponsel baru Oppo akan memiliki keunggulan di sektor kameranya. 

"Terlepas dari perangkat yang diperkenalkan di MWC 2017, sesungguhnya kami sedang menyiapkan amunisi baru yang menawarkan keunggulan kamera pada perangkat ini," kata Aryo di Barcelona, Spanyol beberapa waktu lalu.

Sayangnya ia belum mau mengungkap nama ponsel tersebut. Namun Aryo memberikan sedikit informasi kapan perangkat anyar Oppo akan dirilis.

"Jika tidak ada aral melintang perangkat ini akan kami luncurkan pada akhir kuartal 1 2017 ini," pungkasnya.

DetikINET sendiri sudah menjajal kemampuan kamera tersebut saat Barcelona. Hasilnya akan ditampilkan di FotoINET, ditunggu saja ya.

(afr/yud)


Foto: istimewa



Jakarta - Meski belum diluncurkan ke publik, Galaxy S8 ternyata sudah beredar di China, meski ponsel tersebut dipastikan Galaxy S8 tiruan alias kloningan, karena Galaxy S8 yang asli sendiri baru akan dirilis pada akhir Maret ini.

Meski dipastikan kloningan, jika dilihat sekilas, 'Galaxy S8' itu mempunyai tampilan yang cukup meyakinkan. Rasio layar dengan bodinya terlihat sangat tinggi, karena layarnya nyaris tanpa bezel. 




Padahal vendor ponsel sendiri baru setahun belakangan ini mulai menawarkan ponsel dengan bingkai yang tipis, yang terbaru adalah LG G6. Meski begitu, bukan berarti 'Galaxy S8' ini sempurna dari segi desain.


'Galaxy S8' Sudah Beredar di ChinaFoto: istimewa

Contohnya sensor proximity, sensor kamera depan dan sejenisnya yang tak segaris, juga tonjolan kamera belakang yang sangatlah besar membuatnya terlihat aneh. Ditambah lagi bodi ponsel yang terlihat sangat tebal, tak seperti ponsel flagship Samsung pada umumnya.

Lagipula, Galaxy S8 disebut akan mempunyai sebuah tombol anyar, yaitu tombol Bixby, dan tombol tersebut tak terlihat keberadaannya di 'Galaxy S8' yang dijual di China tersebut, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Rabu (8/3/2017).

(asj/yud)
Jakarta - Para petinggi Google di Mountain View, California, Amerika Serikat, siap menyambut kehadiran rombongan Presiden Joko Widodo di markasnya dengan memamerkan balon internet raksasa yang siap diterbangkan ke Indonesia.

Seperti detikINET kutip Gizmodo, Rabu (17/2/2016), raksasa internet dari Silicon Valley ini dikabarkan telah siap melakukan uji lapangan perangkat balon internet yang dikenal dengan sebutan Loon Project itu di Indonesia dan Sri Lanka.

Untuk mempercepat uji cobanya, Google dikabarkan terus memperbaiki balon yang berfungsi sebagai pemancar sinyal telekomunikasi tersebut. Harapannya, investasi untuk balon ini bisa jadi lebih murah dan bisa dikontrol lebih mudah.

Satu balon yang mengudara kabarnya bisa bertahan 19 kali keliling dunia sepanjang 187 hari tahun lalu. Masuknya uji coba ke jaringan operator adalah yang pertama dari tahapan Loon Project.

Padahal, teknologi ini belum pernah diuji coba ke pelanggan. Kabarnya dengan akses sekitar15 Mbps, Indonesia dan Sri Lanka akan menjadi dua negara pilihan yang akan menjajal untuk pertama kalinya.

Di Sri Lanka, dengan menggandeng operator seluler lokal Colombo, salah satu balon dari Google telah masuk ke ruang udara negara itu. Dalam uji coba ini akan dilihat akurasi penerbangan, efisiensi frekuensi, dan hal teknis lainnya.

Di Indonesia, tiga operator besar akan dimanfaatkan frekuensi 900 MHz miliknya oleh balon Google. Ketiganya adalah Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Pemerintah memuluskan uji coba ini dengan menyiapkan sejumlah regulasi pendukung.

Presiden Jokowi bersama rombongan menteri rencananya akan mengunjungi markas Google usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS yang berlangsung di St. Regist, San Francisco.


Sebelumnya, Sergey Brin, sang pendiri Google yang ikut membidani Loon Project ini sempat menemui Menkominfo Rudiantara di Jakarta untuk membicarakan kelanjutan dari uji coba teknis balon internet tersebut.

Sergey memastikan balon internet itu akan mengudara awal 2016 di atas bumi Indonesia. Namun untuk detail teknisnya, menurut dia, harus dibicarakan kembali dengan tim teknis Project Loon dan masing-masing operator.

Proyek balon internet itu, dipastikan oleh Sergey, bisa menyebarkan jaringan telekomunikasi dengan cara yang jauh lebih efisien ketimbang menggunakan menara base station (BTS) yang di darat jika melihat kondisi Indonesia yang punya banyak pulau terpencil.

Dia pun mengaku menyiapkan jumlah balon yang cukup banyak untuk uji coba teknisnya di Indonesia nanti. Namun saat ditanya detikINET berapa balon yang akan dialokasikan, Sergey mengaku belum tahu pasti berapa detailnya.

"Tapi balon tersebut nantinya akan memberikan coverage di darat hingga laut. Karena harus mengatur rotasinya seiring pergerakan udara, jumlahnya akan cukup banyak dan lebih efisien -- dibanding menara BTS di darat," jelasnya lebih lanjut.

Project Loon sejauh ini merupakan hal yang sangat besar bagi Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Sergey mengatakan, banyak pulau kecil di Indonesia yang layak mendapatkan akses Internet.

"Tak hanya pulau, tapi juga laut Indonesia. Banyak aktivitas yang dilakukan di air, mulai dari para nelayan hingga orang-orang yang gemar menyelam. Akses internet juga bisa mendukung keamanan," papar Sergey saat datang ke Jakarta belum lama ini.

Kerja sama untuk menerbangkan balon Google tersebut telah disepakati bersama Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata saat mengunjungi markas Google, akhir November 2015 lalu. Balon Google itu rencananya akan menyebarkan sinyal 4G lewat udara di spektrum 900 MHz.

"Nantinya kami tidak cuma pakai spektrum frekuensi itu. Kita pakai dua frekuensi. Satu dengan operator, satu lagi untuk komunikasi antar balon," kata Sergey coba menjelaskan topologi mesh network yang digunakan balon Google.

Sergey pun telah mendengar soal kekhawatiran akan terjadinya ancaman keamanan terkait balon Google ini. Namun, ia menegaskan tak perlu khawatir karena Google tak akan bertindak di luar kesepakatannya dengan para mitra operator.

"Kalau khawatir dimata-matai balon Google, sebenarnya kita punya ratusan ribu BTS di darat yang musti lebih dikhawatirkan," kata Menkominfo Rudiantara yang duduk menemaniSergey saat menemui media di kantor Kemenkominfo.




Uji coba antara ketiga operator dan balon Google itu akan berlangsung setahun penuh sejak awal 2016. Ada lima titik yang akan jadi lokasi uji coba, antara lain di atas kepulauan Sumatera, Kalimantan, dan Papua Timur.

"Untuk uji coba balon Google, kami hanya bersikap pasif saja. Karena semua peralatan Google yang sediakan. Kami cuma menyediakan infrastruktur existing saja," kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah kepada detikINET beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

Selama masa uji coba teknis ini, akses internet melalui Project Loon, ditegaskan oleh Ririek, akan berada sepenuhnya dalam kontrol Telkomsel melalui infrastruktur backbone yang dimiliki Telkomsel ataupun Telkom seperti di Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS).

Balon Google nantinya akan terbang dan bergerak mengelilingi Indonesia di atas ketinggian 20 kilometer dengan radius pancaran sinyal 40 kilometer. Sinyal yang dihantarkan merupakan sinyal seluler 4G LTE dengan base station buatan Google sendiri.

Sementara menurut Dian Siswarini, President Director & CEO XL Axiata, balon itu bisa terbang selama 150 hari di angkasa. Sebelum balon itu kempis, pihak Google akan mengarahkan lokasi pendaratan balon tersebut di daratan kosong, bukan di lautan, agar perangkat radio pemancarnya bisa diambil dan dimanfaatkan lagi.

Dian menjelaskan radio pemancar yang menempel di balon itu disediakan oleh Google, yang telah didesain khusus agar tahan terhadap air sampai angin kencang. Sementara itu, radio pada balon itu tetap terhubung dengan menara pemancar di darat milik operator seluler.

Menurut rencana, uji coba teknis itu bakal dilakukan secara bergantian oleh XL, Telkomsel, dan Indosat, sejak kuartal pertama atau kedua 2016. XL sendiri berencana melakukan uji coba di kawasan timur Indonesia yang belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi darat.

"Mungkin nanti ujicobanya di Kalimantan, Sulawesi, dan daerah timur lainnya," ungkap Dian kepada detikINET saat berkunjung ke kantor detikcom di Warung Buncit, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam catatan, Google sendiri mengkalkulasi, Indonesia membutuhkan sekitar 6.000 balon jika ingin seluruh area Nusantara kebagian sinyal dari atas balon udara. Namun menurut President Director & CEO Indosat Alexander Rusli, yang diuji coba tak akan sebanyak itu.

"Balon yang dikirim ke atas ratusan, bikin ring keliling bumi, ribuan kaki di atas bumi. Nah, balon yang akan dipakai di Indonesia itu yang pas lewat di atas Indonesia saja," kata Alex dalam kesempatan berbeda di kantor Indosat. (rou/rou)
Jakarta - Toshiba yang sempat menyatakan mundur dari bisnis PC kini malah berbalik. Laporan terbaru mengatakan bahwa mereka menolak untuk menyerah dan memilih bangkit.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu perusahaan elektronik raksasa Jepang ini mengumumkan kabar yang menyedihkan dimana mereka menderita kerugian sebesar USD 6 miliar atau sekitar Rp 81,5 triliun.

Faktor utama terpuruknya Toshiba di antaranya skandal akuntansi yang menghebohkan akibat petinggi Toshiba melebih-lebihkan keuntungan perusahaan sejak tahun 2008 hingga 2014. Jumlah keuntungan operasional palsu yang dilaporkan oleh Toshiba dalam rentang waktu itu adalah USD 1,2 miliar.

Namun, juru bicara Toshiba kepada media Sankei dalam laporan terbaru mengatakan mengatakan bahwa Toshiba akan terus memproduksi PC lewat pabriknya di Hangzhou, China.

Juru bicara itu pun menyebut bahwa sang petinggi Toshiba yang dimaksud berniat untuk mengundurkan diri sebagai bagian dari restrukturisasi akibat skandal yang dilakukan oleh dirinya.

Sementara itu, upaya Toshiba untuk bangkit di bisnis PC juga tercium dari kesepakatan merger antara tiga perusahaan raksasa Jepang, yakni Toshiba, Fujitsu, dan VAIO.

Sepeti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (17/2/2016) dalam merger tersebut Toshiba akan menyerahkan merk Dynabook untuk Fujitsu, sementara pabrik VAIO akan fokus pada desain dan pengembangan guna membantu memotong biaya. (mag/rou)

Kursus HP Jogja

PAKET PILIHAN HEMAT BELAJAR SERVIS SESUAI KEBUTUHAN

1. Paket Software, mendapatkan tutorial dan file Software 1tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 750.000 (belajar sendiri)

2. Paket Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.000.000 (belajar sendiri)

3. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 1tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

4. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

5. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 1tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 12 hari

6. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 12 hari

INFO : www.KursusHP.com

SpyBerry Tutorial Hardware

Hdd 1terabyte Data

Alamat Pelatihan :

BagusLabs Flasher
Jl. Pamungkas km.2
Telp. 0899 506 9969
Pin: 31633877 NEW PIN 2BEB74FF
Yogyakarta

Alamat Kami Dalam GoogleMaps

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua

Popular Posts