KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Rabu, 16 Maret 2011

Revolusi Telko-Internet Operator

Jakarta - Masa kejenuhan yang mulai menyergap industri telekomunikasi membuat operator harus lebih cepat mengubah diri baik dari sisi layanan ataupun budaya perusahaan. "Operator harus berani melakukan perubahan besar-besaran atau revolusi jika ingin mencari peluang di masa kejenuhan," kata praktisi telematika, Suryatin Setiawan.
"Perubahan itu harus menjadikannya sebagai pemain telco-internet," ujarnya dalam seminar Outlook Telekomunikasi 2011: Mengubah Kejenuhan Menjadi Peluang, di Gran Melia, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Menurutnya, perubahan sebagai Telko-Internet harus dilakukan karena pendorong adanya pertumbuhan di masa depan adalah internet.

"Ini karena pasar berubah menjadi C-Generation atau generasi yang terkoneksi (Connected Generation). Operator harus mengikuti dan memahami nafas dunia internet," kata Suryatin.

Dijelaskannya, jika operator ingin mengubah diri maka terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan yakni masalah budaya perusahaan, cara berhubungan, pelayanan pelanggan, pemasaran, produk, dan infrastruktur jaringan.

Operator yang menganut bisnis akses dan jaringan dari sisi budaya perusahaan memiliki birokrasi yang panjang dan kaku. Untuk itu harus mengubah diri menjadi perusahan yang berorintasi pada target, komunikasi antarorganisasi yang flat, dan bereaksi cepat.

Untuk aspek cara berhubungan, pola pikir penyedia jaringan dan melihat operator lain harus diganti menjadi kemitraan yang efektif dan cepat.

Sedangkan dalam cara berhubungan dengan pelanggan tidak bisa lagi mengandalkan call center atau tempat purnajual. Pola tersebut harus diganti pemanfaatan situs, online chatting, dan video call.

"Dalam masalah purnajual ini memang ada keinginan operator mengadaptasi dengan membuat fanpage atau situs perusahaan. Masalahnya itu belum interaktif bahkan cenderung hanya menjadi aksesoris," katanya.

Padahal, jika mampu mengoptimalkan perangkat digital marketing, lanjutnya, operator akan bisa mengubah pola pemasaran tradisional yang mengandalkan iklan konvensional dan direct sales menjadi berjualan melalui jejaring sosial, Customer Relationship Management, dan mobile advertising.

Aspek berikutnya yang harus diubah adalah masalah kemasan produk dari berbasis jaringan menjadi perangkat pelanggan.

"Tidak ada lagi produk yang memiliki umur panjang jika menjadi Telko-Internet, semua dipasok dari pengembang aplikasi dan internet. Makin berat tantangannya pelanggan menginginkan aplikasi itu gratis," katanya.

Terakhir adalah aspek jaringan harus mulai bisa memberikan koneksi yang cepat dan lancar dimana backhaul menggunakan serat optik dan untuk mengakali kepadatan di tingkat akses menggunakan WiFi.

"Harus terbuka juga pemikiran tentang pemakaiaan bersama frekuensi bagi operator yang longgar kapasitasnya," tuturnya.

( rou / ash )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages