18.02   BagusLabs®™   ,    No comments
Jakarta - Saya belum melakukan survei, tetapi beberapa kawan yang gemar memotret dengan kamera saku maupun ponsel mengakui satu hal. Apa? Mereka menyimpan semua jepretan di komputer tapi hampir semuanya tak di-rename. Padahal ada ratusan bahkan ribuan foto kalau sudah bertahun-tahun.

Mereka juga mengakui, nama hasil generated dari kamera akhirnya membingungkan dalam pencarian. Browsing secara visual itu melelahkan.

Kalau menamai folder per tanggal jepretan? Itu kadang mereka lakukan. Tapi seringkali tak banyak membantu.

Kalau foldernya adalah Bali1, sampai Bali19, maka lima tahun kemudian mereka sudah lupa apa saja dan siapa saja yang ada dalam foto, padahal diperlukan. Misalnya akan dipinjam oleh media berita karena menyangkut foto buronan.

Tentu urusannya bukan melulu kriminalitas. Mencari foto teman yang sudah almarhum, padahal akan dibuatkan obituari oleh teman seangkatan, menjadi sulit karena semua nama foto berawalan P, PIC, IMG, DSC dan DSCN. Demikian pula mencari foto lama kedua sahabat yang akhirnya menikah. Atau foto anak.

Pertanyaan saya adalah mengapa tak dinamai? Jawabannya persis alasan saya: tak sempat dan lupa.

Lantas kalau tak akan diperlukan, kenapa semua foto disimpan, termasuk yang hasilnya buruk? Jawabannya seragam: sayang kalau dihapus.

Sebetulnya kalau foto terpilih tak akan dicetak, atau tak akan diolah ulang, padahal jepretan andalan sudah masuk Facebook, Photobucket, Picasa, dan blog, maka foto-foto itu boleh kita buang dari memori digital. Tambahan: penamaan foto di internet itu mempermudah pencarian, apalagi jika disertai judul dalam web ("alt" dan "title").

Waktu cepat berlalu. Mengingat isi ribuan foto lima tahun lalu bukan hal mudah, padahal sudah dibantu data berupa tanggal. Siapa yang bisa mengingat semua peristiwa dan acara lima tahun lalu, kecuali dibantu oleh catatan harian?

Semakin murahnya fotografi digital dan harga media penyimpanan membuat kita boros jepretan tapi kemudian tak tahu cara memanfaatkannya.

Meskipun begitu tenang sajalah. Jawaban standar sudah ada: "Suka-suka gue dong. Yang penting kan motret!" :p



Paman Tyo Tentang Penulis: Antyo Rentjoko, dikenal juga dengan julukan Paman Tyo, adalah blogger di beberapa tempat yang mengagregasikan posting di antyo.rentjoko.net. Account twitter-nya adalah @pamantyo.




( ash / ash )

0 komentar:

Posting Komentar

Kursus HP Jogja

PAKET PILIHAN HEMAT BELAJAR SERVIS SESUAI KEBUTUHAN

1. Paket Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.000.000 (belajar sendiri)

2. Paket Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.500.000 (belajar sendiri)

3. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

4. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 6 hari

5. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 3.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

6. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 4.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

INFO : www.KursusHP.com

SpyBerry Tutorial Hardware

Hdd 4 Terabyte Data

Alamat Pelatihan :

BagusLabs Flasher
Jl. Pamungkas km.2
Telp/Wa 0899 506 9969
Yogyakarta

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua

KursusHP.com

Popular Posts