KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Selasa, 15 Maret 2011

Industri Telekomunikasi Mulai Jenuh dan Tertekan

Jakarta - Teledensitas yang tinggi membuat sektor telekomunikasi mulai memasuki masa kejenuhan. Walaupun trafik tiap operator mengalami kenaikan eksponensial dan kapasitas jaringan terisi penuh, namun tidak demikian dengan revenue yang terus tertekan pertumbuhannya. "Industri telekomunikasi di Indonesia pada 2010 lalu diperkirakan memiliki penetrasi hingga 84,3% atau menjual sebanyak 204,8 juta kartu SIM," kata Johnny Swandi Sjam, Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Indonesia, di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Angka itu tercatat mengalami kenaikan 8% jika dibandingkan 2009 lalu di mana penetrasi 76,3% dari total populasi penduduk 240 juta jiwa melalui penjualan 183,27 juta kartu SIM.

"Penetrasi yang tinggi membuat industri mulai masuk ke masa kejenuhan. Walaupun trafik dari setiap operator mengalami kenaikan yang eksponensial dan kapasitas jaringan terisi penuh, tetapi tidak demikian dengan revenue yang kian tertekan pertumbuhannya," kata Johnny.

Menurutnya, salah satu pemicu yang membuat industri telekomunikasi di Indonesia memasuki masa kejenuhan adalah tidak adanya batas yang jelas antara pemain seluler dan Fixed Wireless Access (FWA).

"Kondisi tidak ada batasan ini membuat salah satu pemain, yakni FWA kian terdesak. Lihat saja dari RPM (Revenue Per Minute) seluler yang mulai menyamai FWA. Ini berarti pasar yang tadinya milik FWA telah digerus oleh pemain seluler," keluh Johnny.

Pemain FWA pun tak bisa berbuat banyak. Apalagi, isu keterbatasan frekuensi menjadi kendala bagi pemain dengan lisensi ini untuk bermain di sektor yang dianggap keluar dari kejenuhan yakni data.

Ia pun menilai, salah satu solusi dari kondisi ini adalah diperlukannya regulator yang kuat dalam memantau atau mengawasi persaingan usaha serta menata kembali industri agar tidak terjadi keadaan dimana satu pihak merasa dalam posisi tidak menguntungkan.

Sedangkan kepada seluruh operator, Johnny juga mengimbau agar tetap melakukan persaingan usaha yang sehat khususnya dalam berpromosi. "Tujuannya agar semua operator bisa saling menguntungkan, bukannya malah akan semakin merugikan operator itu sendiri atau bahkan sampai merugikan pelanggan."



( rou / ash )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages