18.18   BagusLabs®™   ,    No comments
Jakarta - Bagi pengguna Linux, salah satu pilihan pemutar musik selain Rhythmbox dan Amarok adalah Banshee. Banshee adalah sebuah (proyek) media player open source yang memiliki hubungan erat dengan GNOME.

Salah satu fitur terkenal dalam Banshee adalah integrasi layanan dengan Amazon MP3 Store, toko musik milik Amazon, yang keuntungan dari penjualannya 100% masuk ke GNOME Foundation. Banshee merupakan proyek yang dibuat menggunakan bahasa C# dengan memanfaatkan framework Mono.

Tahun lalu, tim Banshee menerima tawaran dari Canonical (pengembang Ubuntu) untuk menjadi media player default dalam Ubuntu 11.04, Natty Narwhal. Sayangnya, di sinilah masalah antara Canonical dan Banshee dimulai.

Dalam proposal yang diajukan ke Banshee sebelumnya, Canonical akan (1) membuang integrasi layanan Amazon MP3 Store dari Banshee dan menyerahkan 100% keuntungan ke GNOME Foundation; atau (2) membiarkan layanan Amazon MP3 Store dalam Banshee bersanding dengan Ubuntu One dan Canonical mengambil 75% dari keuntungan.

Ubuntu One adalah sebuah toko musik milik Canonical yang merupakan saingan dari Amazon MP3 Store. Ubuntu One dapat diakses melalui Rythmbox, yang merupakan sebuah media player default dalam Ubuntu.
 
Canonical belakangan mengagetkan tim Banshee serta membuat berang beberapa pihak seperti Larry Ewing, pembuat Tux si maskot Linux, serta founder GNOME, Miguel de Icaza.

Canonical mengumumkan perbaikan proposal dalam konferensi dadakan bersama tim Banshee pada 24 Februari lalu dengan keputusan akan:

  • Membiarkan Amazon Store enabled, dengan (catatan) Canonical akan mengambil 75% dari besar keuntungan afiliasi; 25% sisa dari Ubuntu akan diserahkan ke GNOME Foundation.
  • Ubuntu One dalam Banshee secara default akan tetap enabled dengan 25% keuntungan akan diberikan kepada GNOME Foundation. Hal yang sama ini akan dilakukan untuk Rhythmbox.

Dari keputusan di atas, Banshee harus menerima kenyataan bahwa 75% dari keuntungan penjualan melalui Amazon MP3 Store diambil oleh Canonical sedangkan GNOME Foundation hanya mendapat sisa 25%. Nilai dari 25% yang mengalir ke GNOME Foundation memang terlihat sedikit, tetapi apakah sesedikit itu?

Saat ini Ubuntu adalah sistem operasi untuk desktop populer ketiga di dunia setelah Windows dan Mac OS dengan jumlah pengguna sekitar 12 juta orang. Dari besarnya jumlah pengguna, Ubuntu memiliki pasar yang luas untuk Ubuntu One maupun Amazon Store dalam Banshee nantinya.

Sebagai informasi, per 1 Februari lalu, Banshee ‘hanya’ berhasil mendapatkan $3.077 untuk GNOME Foundation dari penjualan musik dalam Amazon Store.

Apa yang dilakukan Canonical terlihat masuk akal jika dilihat dari kacamata bisnis. (1) Membiarkan Amazon bersanding dengan Ubuntu One, berarti membiarkan kemungkinan tersingkirnya Ubuntu One dari dunia toko musik online. (2) Menggunakan Banshee adalah sesuatu yang berisiko mengingat Banshee dibuat dengan framework Mono yang diyakini beberapa pihak melanggar sebagian paten milik Microsoft. (3) Menambahkan 25% hasil keuntungan dari Ubuntu One dan Rhythmbox kepada GNOME itu sudah cukup banyak. (4) Canonical adalah perusahaan yang memiliki karyawan.

Apakah dengan begini Canonical bisa kita sebut sebagai jahat?  Jawabannya tergantung dari mana dan bagaimana kita melihatnya.

Saya tidak mengatakan Canonical jahat. Saya hanya merasa kecewa karena bagi saya perbandingan 75% untuk Canonical dengan 25% untuk GNOME itu terlalu banyak. (Lihat? Bahkan saya pun berpikir tentang bisnis).

Saiful Muhajir Tentang Penulis: Ahmad Saiful Muhajir adalah penggiat dan pemerhati Open Source yang sebelumnya aktif di Jawa Tengah Open Source Center. Ia dapat dihubungi di http://saifulmuhajir.me atau melalui Twitter di akun @saifulmuhajir.
( wsh / wsh )

0 komentar:

Posting Komentar

Kursus HP Jogja

PAKET PILIHAN HEMAT BELAJAR SERVIS SESUAI KEBUTUHAN

1. Paket Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.000.000 (belajar sendiri)

2. Paket Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.500.000 (belajar sendiri)

3. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

4. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 6 hari

5. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 3.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

6. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 4.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

INFO : www.KursusHP.com

SpyBerry Tutorial Hardware

Hdd 4 Terabyte Data

Alamat Pelatihan :

BagusLabs Flasher
Jl. Pamungkas km.2
Telp/Wa 0899 506 9969
Yogyakarta

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua

Support KursusHP

Chat via WhatsApp

KursusHP.com

Popular Posts