KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Minggu, 20 Februari 2011

Utricularia, Tanaman Paling Cekatan

Salah satu jenis tanaman Utricularia

KOMPAS.com — Utricularia adalah tanaman dengan gerak tercepat. Tanaman yang hidup di air ini adalah tanaman karnivora, yang mengisap hewan kecil untuk mendapatkan nutrisi—sama seperti kantung semar dan venus yang menjebak serangga.

Seberapa cepat tanaman ini bergerak dalam mencari mangsa? Ilmuwan dari Universitas Grenoble di Perancis menemukan, tanaman ini cuma perlu 1/2 milidetik untuk mengisap mangsa, jauh lebih cepat dari venus yang butuh 100 milidetik.

Gaya yang dikerahkan untuk mengisap mencapai 600g atau 600 kali gaya gravitasi Bumi. Gaya ini bahkan lebih besar dari gaya yang digunakan pilot untuk menerbangkan pesawat, antara 12g hingga 14g.

Philippe Marmottant, sang peneliti, mengetahui fakta tersebut setelah merekam gerakan utricularia. Ia menggunakan teknologi rekam tingkat tinggi untuk mengabadikan gerakan tanaman yang supercepat ini.

"Karena isapannya sangat cepat dengan percepatan mencapai 600g, sangat sulit bagi setiap hewan untuk melarikan diri dari jebakan tanaman ini," ucap Marmottant. Sekali diganggu, tanaman "buas" ini akan langsung melahap mangsanya.

Utricularia "terangsang" ketika ada hewan yang melewatinya sehingga menyenggol bulu-bulu sensorisnya. Begitu terangsang, tanaman ini akan mengeluarkan air dari tubuh untuk menjebak mangsa.

Begitu hewan masuk dalam jebakan, tanaman langsung akan memangsanya. Selanjutnya, tanaman mencerna dengan enzim tertentu yang dimiliki. Hasil pencernaan menjadi nutrisi yang menunjang kebutuhan tanaman.

Penelitian Marmottant dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society bulan ini. Sebelum adanya penelitian ini, kecepatan gerak tanaman ini belum diketahui karena sulitnya mengobservasi gerakan tanaman yang cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages