20.07   BagusLabs®™   ,    No comments
<p>Your browser does not support iframes.</p>

Akihiko Sakai (rns/inet)

Tokyo - Di antara beberapa strateginya untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya Epson melakukan proyek daur ulang cartridge bersama produsen printer lainnya.

"Dalam produk kami memang berkompetisi, tapi jika berbicara tentang sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan, kami bersatu," kata Chief Executive Officer Epson Akihiko Sakai, dalam konferensi pers di hotel Nikko, Tokyo, Jepang, Rabu (08/12/2010).

Ya, program daur ulang cartridge yang dinamakan Satogaeri Project ini memang dilakukan bersama-sama oleh Epson dengan produsen printer lainnya yakni Brother, Canon, Dell, Hewlett-Packard dan Lexmark.

Satogaeri Project telah dimulai di Jepang sejak 2008. Pada tahun pertama, proyek peduli lingkungan ini berhasil mengumpulkan 700 ribu cartridge yang kemudian diolah kembali menjadi produk daur ulang. Ini, dikatakan Sakai berdampak pada pengurangan CO2 di Jepang hingga 30 ton.

Di tahun kedua, jumlahnya bertambah menjadi 1.300.000 cartridge dengan pengurangan 52 ton CO2. "Kami targetkan di tahun ketiga ini bisa mengumpulkan sekitar 1,8 hingga 2 juta cartridge," terangnya.

Satogaeri Project memang dirancang untuk memaksimalkan kontribusi produsen printer terhadap llingkungan dan kegiatan CSR. Pengumpulan dan pendaurulangan cartridge ini dikerjakan oleh para pegawai dengan keterbatasan fisik sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi mereka.

Selain itu, setiap pengumpulan cartridge dihargai tiga yen untuk donasi ke salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNEP (United Nations Environment Programme). Tahun pertama program ini berjalan, sangggup mengumpulkan 4.500.000 yen.

Kisah sukses program ini baru terjadi di Jepang. Sakai mengatakan akan memperluas program semacam ini ke negara lain.

Nah, di Indonesia sendiri beberapa produsen printer memang punya program ini, namun mereka bergerak sendiri-sendiri. Manager Business Product Epson Indonesia Andryanto C Wijaya mengatakan, masih sulit untuk menerapkan program seperti Satogaeri Project di Indonesia.

"Untuk membuat program seperti itu perlu dukungan perusahaan asal sehingga lebih mudah membuat kesepakatan. Karena kan kalau di kita (Indonesia) hanya perwakilan kantor marketing, susah mengaturnya. Dan program seperti ini juga harus didukung oleh pemerintah. Nah, kalau di Jepang ini sudah didukung," terangnya.

Dia menambahkan, program semacam ini memang tidak memberikan keuntungan kepada para produsen printer yang terlibat. Namun dengan melakukannya Epson dan para kompetitornya telah membangun sebuah sistem yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
( rns / ash )

0 komentar:

Posting Komentar

Kursus HP Jogja

PAKET PILIHAN HEMAT BELAJAR SERVIS SESUAI KEBUTUHAN

1. Paket Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.000.000 (belajar sendiri)

2. Paket Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.500.000 (belajar sendiri)

3. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

4. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 6 hari

5. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 3.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

6. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 4.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

INFO : www.KursusHP.com

SpyBerry Tutorial Hardware

Hdd 4 Terabyte Data

Alamat Pelatihan :

BagusLabs Flasher
Jl. Pamungkas km.2
Telp/Wa 0899 506 9969
Yogyakarta

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua

KursusHP.com

Popular Posts