10.01   BagusLabs®™   ,    No comments

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Tertundanya sejumlah penerbangan Garuda Indonesia tentu sangat disayangkan oleh banyak pihak. Pihak Garuda memang sudah meminta maaf, namun sepertinya rasa kecewa penumpang masih sulit terlupa. Tapi bagaimana jika hal ini dilihat dari kacamata TI?

Menurut Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat, seorang pengamat TI, alasan pihak Garuda di mata umum terlihat masuk akal bahwa itu terjadi karena adanya migrasi dari sistem lama yang terpisah antara pergerakan pesawat, jadwal penerbangan dan pergerakan kru kabin menjadi satu kesatuan.

"Dalam bidang ICT adalah suatu hal yang normal bahwa saat melakukan suatu transisi dari sistem lama ke sistem yang baru lalu terjadi hal yang disebut down curve (penurunan kinerja karena transisi tersebut)," kata Abah kepada detikINET, Senin (22/11/2010).

Hanya saja, lanjutnya, bila itu dilakukan pada perusahaan biasa atau menengah dan bukan pelayanan publik mungkin wajar saja. Tetapi untuk perusahaan enterprise -- apalagi ini terjadi pada flag carrier bagi Indonesia -- tentu ini akan lain soal.

Abah menambahkan, untuk melakukan transisi tersebut biasanya yang harus dimatangkan adalah hal-hal berikut:

1. Change Management. Yaitu pengelolaan tahap perubahan termasuk di dalamnya semua plan (Plan A, B, C etc), penetapan point of no return, fallback plan, failure handling dan lainnya.

2. Transition Process. Menggabungkan 3 hal menjadi satu sekaligus adalah hal yang sangat berisiko seyogyanya hal yang umum dilakukan adalah melakukan transisi secara gradual (bertahap). Misalnya melakukan 2 modul dulu, setelah hasilnya mulus baru digabungkan dengan modul satunya lagi.

"Mengenai modul mana yang digabung terlebih dahulu sebaiknya dipilih tergantung dari factor risiko, urgency, systems barrier, needs, goals, complexity, cost, process dependancy dan sebagainya," tukas Abah.

3. Parallel Run. Yaitu suatu langkah dimana sambil transisi dilakukan sistem lama tetap berjalan dan digunakan, lalu setelah sistem yang baru siap segera dilakukan peralihan ke sistem baru namun sistem lama tetap berjalan sebagai langkah antisipatif dan backup bila ternyata ada kendala setelah migrasi (post migration failure). Bila sistem baru telah benar-benar lancar baru sistem lama dimatikan karena sudah tergantikan.

4. Periods Selection. Bila perubahaan ini dilakukan sekarang seharusnya berarti memang saat ini adalah periode yang paling sepi (off peak) karena pada off peak season risiko bisa ditekan seminimal mungkin, bila tidak maka perencanaan ini sudah termasuk gagal dan terlalu berani ambil risiko.

Selain itu sewajarnya perubahan sistem tersebut dilakukan pada larut malam hari atau masa yang paling sedikit imbasnya kepada pelayanan publik, bukan siang hari seperti ini.

5. Trial Test. Yaitu simulasi untuk latihan melakukan perubahan sehingga semua pihak benar-benar siap dan paham apa tugasnya.

6. Coordination. Berkodinasi dengan semua pihak terkait termasuk pihak ketiga yang mungkin akan terkena imbasnya sehingga bisa bersiap diri.

Sebelumnya, akibat pembatalan sejumlah penerbangan kemarin, Garuda secara resmi telah meminta maaf atas ketidaknyamanan itu. Pihak Garuda juga membenarkan, kacaunya jadwal penerbangan tersebut dikarenakan maskapai milik pemerintah tersebut saat ini sedang menerapkan sistem baru.

"Selama ini kita punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Pujobroto.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Control System (IOCS). "Jadi sistem yang awalnya sendiri-sendiri kemudian diintegrasikan menjadi satu," imbuhnya.

Namun demikian, meskipun sistem telah disiapkan dengan matang dan tentunya telah dilakukan beberapa kali uji coba, namun saat diterapkan sistem tersebut masih meleset dari harapan. ( ash / fyk )

0 komentar:

Posting Komentar

Kursus HP Jogja

PAKET PILIHAN HEMAT BELAJAR SERVIS SESUAI KEBUTUHAN

1. Paket Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.000.000 (belajar sendiri)

2. Paket Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.500.000 (belajar sendiri)

3. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

4. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 6 hari

5. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 3.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

6. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 4.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

INFO : www.KursusHP.com

SpyBerry Tutorial Hardware

Hdd 4 Terabyte Data

Alamat Pelatihan :

BagusLabs Flasher
Jl. Pamungkas km.2
Telp/Wa 0899 506 9969
Yogyakarta

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua

KursusHP.com

Popular Posts