KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Jumat, 22 April 2011

Tetap Aman Saat Belanja Online


ilustrasi (flickr/cc/polycart)

Jakarta - Internet mengubah hampir semua aspek kehidupan kita, termasuk cara berbelanja. Toko online tidak pernah tutup. Tidak ada biaya bensin, parkir dan waktu perjalanan untuk mengunjunginya. Anda bisa mendapatkan nyaris apapun yang diinginkan dari hampir semua tempat di dunia. Namun, transaksi online melibatkan informasi pribadi dan finansial paling sensitif yang bisa disalahgunakan oleh para penjahat cyber.

Norton Cybercrime Report 2010 menemukan bahwa 82 persen orang Indonesia tidak memiliki kartu kredit dan alamat email khusus belanja online. Dan 70 persen tidak memeriksa tagihan kartu kredit mereka secara berkala. Padahal, penjahat cyber seringkali mencuri uang dalam jumlah kecil agar tidak terdeteksi. Menjadi hal yang sangat penting untuk memantau dengan teliti transaksi perbankan dan kartu kredit Anda.

Aksi phishing dan pharming adalah contoh penggunaan alamat email dan situs palsu oleh para penjahat cyber untuk menipu orang agar menyerahkan nomor rekening dan password. Setelah informasi ini didapat, mereka cukup melakukan beberapa klik untuk menjarah rekening Anda.

Risiko online yang besar adalah penggunaan keylogger, yang bisa dipasang di sebuah sistem komputer tanpa sepengetahuan user dan digunakan untuk menangkap semua yang Anda ketik. User name, password, nomor rekening dan informasi lain bisa disimpan dan diterima oleh penjahat cyber.

Pertanyaan penting yang harus kita ajukan sebelum belanja online adalah: Apakah password dan kartu kredit saya aman saat dikirim ke cyberspace? Bisakah piranti lunak keamanan saya mendeteksi dan menghilangkan crimeware? Bagaimana saya membedakan email dan situs palsu dari yang asli?

Lewat beberapa petunjuk, kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi dan menjadikan pengalaman belanja lebih nyaman dan aman.
  1. Hati-hati dengan tempat Anda belanja. Banyak yang melakukan pencegahan dengan belanja hanya di situs yang sudah populer, menyangka bahwa hal itu aman. Meski demikian, penjahat cyber mengeksploitasi rasa aman itu dan menargetkan situs belanja dengan trafik tinggi. Pastikan Anda selalu menggunakan tool yang bisa memindai malware dan memberi peringatan jika situs yang Anda kunjungi berisiko. Contohnya, Norton Safe Web, sebuah tool online gratis yang memberi peringatan soal situs tak aman langsung di hasil pencarian dan otomatis memblokirnya.
  2. Cek dan review penjual. Toko online juga seharusnya punya alamat fisik, layanan customer service lewat telepon dan kebijakan pengembalian jika barang yang diterima rusak.
  3. Jangan jadi korban phishing dan pharming. Para penipu menggunakan phishing agar Anda menyerahkan informasi pribadi dengan mengirimkan email yang meminta Anda untuk memasukkan data kartu kredit atau password. Bisnis yang sungguhan tak akan meminta informasi tersebut lewat email. Pharming, lebih sulit dideteksi. Ini adalah situs palsu yang menipu pengguna untuk menyerahan informasinya. Solusi keamanan yang baik adalah perlindungan terbaik untuk melawan phishing dan pharming. Selain itu, selalu ketikkan alamat toko di browser dan bukan hanya mengklik dari tautan di email.
  4. Belanja di situs dengan keamanan SSL. Beberapa situs memiliki label 'certified secure' dan menampilkan sertifikatnya di halaman depan atau saat checkpit. Situs ini menggunakan pengamanan Secure Sockets Layer (SSL). Jika tempat Anda belanja tak menggunakan SSL, ya sebaiknya Anda belanja di tempat lain.
  5. Kredit, bukan debet. Salah satu ketakutan yang banyak dibicarakan adalah penipuan kartu kredit. Ironisnya, membayar dengan kartu kredit adalah cara paling aman untuk belanja di web. Teknologi enkripsi dan validasi yang digunakan telah banyak mengamankan transaksi online. Ditambah lagi, kartu kredit biasanya punya perlindungan terhadap penipuan, pengiriman yang hilang, barang rusak dan masalah lain. Di sisi lain, kartu debit adalah sambungan langsung ke rekening Anda.
Terakhir, sama seperti Anda melindungi file dan uang di rumah, Anda harus juga menjaga alat transaksi digital Anda. Solusi keamanan yang komprehensif, sah dan up-to-date bukan hanya menghilangkan keragu-raguan atas transaksi online, tapi juga membuat belanja online lebih aman.

Tentang Penulis: Effendy Ibrahim adalah Internet Safety Advocate & Director, Asia, Consumer Business, Symantec

( wsh / wsh )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages