KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Senin, 11 April 2011

Huawei Bangun Pusat Penelitian Senilai USD 1 Juta di ITB


Penandatanganan kerjasama (afz/inet)

Bandung - Huawei membangun pusat penelitian teknologi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tak tanggung-tanggung, raksasa IT dari negeri Tirai Bambu ini menggelontorkan dana sebesar USD 1 juta.

Zhang Quiyue, Duta Besar China untuk Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya berharap pembangunan pusat penelitian ini bisa meningkatkan kerjasaman yang selama ini sudah terbangun antara Indonesia dengan China. Zhang juga berharap Indonesia bisa menjadi leader dalam perkembangan teknologi.

"Pemerintahan China sangat berkepentingan terhadap ini (perkembangan teknologi - red). Terutama dalam pengembangan human resource. Dan ini bukan hanya di negara kami tapi juga di negara lain. Semoga joint activity antara Huawei dan ITB bisa berlangsung lama," katanya.

Membalas sambutan Zhang, Menkominfo Tifatul Sembiring pun mengungkapkan bahwa potensi bisnis di bidang industri kreatif, khususnya di bidang teknologi informasi sangat besar. Dia berharap dengan dibukanya kerjasama ini bisa juga meningkatkan kualitas SDM sehingga bisa menjawab tantangan industri teknologi informasi ke depannya. Bukan hanya untuk China, tapi juga untuk Indonesia.

"Kerja sama ini merupakan sebuah kontribusi dari industri teknologi informatika dalam pengembangan sumberdaya manusia menuju daya saing yang lebih tinggi. Kami mendorong untuk memperkuat hubungan antara inovator dan industri dalam meningkatkan bisnis teknologi informasi dalam negeri," katanya.

Pada 2009 saja, sambung Tifatul, volume bisnis teknologi informasi di Indonesia mencapai Rp 300 triliun. Dengan penetrasi penggunaan perangkat IT di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 180 juta untuk pengguna handphone, serta 45 juta untuk pengguna internet di dalam negeri, ini menjadi satu potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pusat penelitian tersebut rencananya tidak hanya diperuntukan bagi civitas akademika ITB saja. Pusat penelitian ini terbuka untuk umum.

Sementara itu, rektor ITB Akhmaloka mengatakan pusat pelatihan teknologi ini bisa menjadi modal awal.

"Pertemuan antara peneliti dan dunia industri bisa menjadi ajang untuk menciptakan sesuatu produk yang baru yang dibutuhkan masyarakat. Kami menyambut baik adanya kerja sama ini sehingga mahasiswa, dosen, dan semua yang lain juga bisa menggunakan fasilitas pusat pelatihan ini," ujarnya.

( afz / rns )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages