11.42   BagusLabs®™   , ,    No comments
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Pemanfaatan fasilitas mobile banking tak hanya diperuntukkan bagi negara maju. Justru perkembangan layanan ini begitu diandalkan di sejumlah negara miskin sebagai 'bank berjalan' yang bisa diakes dari manapun.

Seorang polisi di Afganistan misalnya, ia selalu mendapat pesan yang memberi tahu bahwa gajinya sudah masuk ke rekening lewat perangkat genggamnya setiap bulan. Sementara seorang pekerja asal Kenya yang ingin mentransfer uang ke keluarganya hanya melakukan hal tersebut lewat mengotak-atik keypad ponselnya.

Hadirnya transaksi perbankan melalui ponsel ini memiliki peran khusus terhadap pengelolaan uang di negara miskin dan berkembang yang hanya memiliki sedikit bank dan mesin ATM.

Mereka tak perlu lagi menempuh jarak yang terlalu jauh untuk melakukan suatu transaksi perbankan. Cukup lewat alat komunikasinya, mereka bisa menjangkau semua itu.

"1 miliar orang di dunia telah memiliki ponsel, namun tidak semuanya memiliki akun bank. Jadi ini (mobile banking-red.) merupakan potensi yang luar biasa," ujar Gavin Krugel, Direktur Mobile Banking Strategy GSM Association, sebuah grup industri yang menaungi 800 operator telekomunikasi.

Mobile banking sendiri diyakini mulai tumbuh di negara-negara berkembang seperti Filipina dan Afrika Selatan sejak 6 tahun lalu. Di mana dari kedua negara itu, terdapat 8,5 juta dan 4,5 juta orang yang menggunakan layanan hasil kolaborasi operator, pembuat aplikasi dan pihak bank tersebut.

Namun sekarang, dikutip detikINET dari AFP, Senin (22/2/2010), sudah ada 40 juta orang yang mempercayakan arus kas mereka lewat gadget di ganggamannya ini.

"Afrika dan Asia menjadi kawasan yang paling aktif. Kami juga berharap Amerika Latin akan mulai tumbuh tahun ini," lanjut Krugel.

Sementara itu untuk sejumlah negara yang selama ini kita anggap sebagai negara miskin justru memiliki jumlah pengguna mobile banking yang mengejutkan.

Tak percaya? Menurut data GSM Association, Uganda memiliki 18.000 pengguna mobile banking, Tanzania 15.000 pengguna, sedangkan Kenya menguntit dengan 11.000 pengguna. Luar biasa bukan?

"Mobile banking memudahkan cara bertransaksi masyarakat di Afrika. Mulai dari untuk membayar tagihan sederhana hingga membeli kebutuhan hidup," imbuh Reg Swart, Regional Executive Fundamo, salah satu perusahaan penggiat aplikasi mobile banking.
( ash / faw )

0 komentar:

Posting Komentar

Kursus HP Jogja

PAKET PILIHAN HEMAT BELAJAR SERVIS SESUAI KEBUTUHAN

1. Paket Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.000.000 (belajar sendiri)

2. Paket Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 1.500.000 (belajar sendiri)

3. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 1.500.000 Waktu Pelatihan 6 hari

4. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 2.000.000 Waktu Pelatihan 6 hari

5. Paket Pelatihan Software, mendapatkan tutorial dan file Software 4 Tera Data (belum termasuk HDD) Biaya Rp. 3.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

6. Paket Pelatihan Hardware, mendapatkan SpyBerry Tutorial Hardware dalam bentuk flasdisk 8Gb Biaya Rp. 4.000.000 Waktu Pelatihan 30 hari

INFO : www.KursusHP.com

SpyBerry Tutorial Hardware

Hdd 4 Terabyte Data

Alamat Pelatihan :

BagusLabs Flasher
Jl. Pamungkas km.2
Telp/Wa 0899 506 9969
Yogyakarta

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua

KursusHP.com

Popular Posts