KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Jumat, 05 Maret 2010

Ponsel Jadi 'Bank Berjalan' di Negara Miskin

Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Pemanfaatan fasilitas mobile banking tak hanya diperuntukkan bagi negara maju. Justru perkembangan layanan ini begitu diandalkan di sejumlah negara miskin sebagai 'bank berjalan' yang bisa diakes dari manapun.

Seorang polisi di Afganistan misalnya, ia selalu mendapat pesan yang memberi tahu bahwa gajinya sudah masuk ke rekening lewat perangkat genggamnya setiap bulan. Sementara seorang pekerja asal Kenya yang ingin mentransfer uang ke keluarganya hanya melakukan hal tersebut lewat mengotak-atik keypad ponselnya.

Hadirnya transaksi perbankan melalui ponsel ini memiliki peran khusus terhadap pengelolaan uang di negara miskin dan berkembang yang hanya memiliki sedikit bank dan mesin ATM.

Mereka tak perlu lagi menempuh jarak yang terlalu jauh untuk melakukan suatu transaksi perbankan. Cukup lewat alat komunikasinya, mereka bisa menjangkau semua itu.

"1 miliar orang di dunia telah memiliki ponsel, namun tidak semuanya memiliki akun bank. Jadi ini (mobile banking-red.) merupakan potensi yang luar biasa," ujar Gavin Krugel, Direktur Mobile Banking Strategy GSM Association, sebuah grup industri yang menaungi 800 operator telekomunikasi.

Mobile banking sendiri diyakini mulai tumbuh di negara-negara berkembang seperti Filipina dan Afrika Selatan sejak 6 tahun lalu. Di mana dari kedua negara itu, terdapat 8,5 juta dan 4,5 juta orang yang menggunakan layanan hasil kolaborasi operator, pembuat aplikasi dan pihak bank tersebut.

Namun sekarang, dikutip detikINET dari AFP, Senin (22/2/2010), sudah ada 40 juta orang yang mempercayakan arus kas mereka lewat gadget di ganggamannya ini.

"Afrika dan Asia menjadi kawasan yang paling aktif. Kami juga berharap Amerika Latin akan mulai tumbuh tahun ini," lanjut Krugel.

Sementara itu untuk sejumlah negara yang selama ini kita anggap sebagai negara miskin justru memiliki jumlah pengguna mobile banking yang mengejutkan.

Tak percaya? Menurut data GSM Association, Uganda memiliki 18.000 pengguna mobile banking, Tanzania 15.000 pengguna, sedangkan Kenya menguntit dengan 11.000 pengguna. Luar biasa bukan?

"Mobile banking memudahkan cara bertransaksi masyarakat di Afrika. Mulai dari untuk membayar tagihan sederhana hingga membeli kebutuhan hidup," imbuh Reg Swart, Regional Executive Fundamo, salah satu perusahaan penggiat aplikasi mobile banking.
( ash / faw )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages