KursusHP ServisHP Servis EMMC Ganti EMMC kursus teknisi handphone kursus reparasi handphone kursus servis handphone kursus bongkar pasang handphone kursus ganti LCD handphone kursus ganti baterai handphone kursus ganti kamera handphone kursus ganti flash handphone kursus ganti speaker handphone kursus ganti port charger handphone kursus ganti komponen handphone lainnya kursus teknisi handphone murah kursus teknisi handphone cepat kursus teknisi handphone bergaransi kursus teknisi hanpphone dekat

Jumat, 08 April 2011

Eksistensi Ponsel Merek Lokal


Kerja sama IMO dan Albarkah (dok.IMO)

Jakarta - 2011 dianggap sebagai tahun penentuan bagi ponsel merek lokal karena pasar dirasa mulai jenuh. Namun hal itu justru menjadi tantangan bagi ponsel IMO untuk membuktikan eksistensinya.

Memasuki tahunnya yang keempat, ponsel merek lokal IMO yang dibesut PT Konten Indomedia Pratama, malah bersiap-siap untuk melakukan sejumlah ekspansi. Mulai dari menjalin kerja sama internasional, hingga membangun pabrik di negeri sendiri.

"Sekitar Mei atau Juni tahun ini, kami akan membuka pabrik di Bandung. Pabrik ini kerja sama dengan PT INTI," ujar Sarwo Wargono, Presiden Direktur PT Konten Indomedia Pratama, dalam keterangannya, Jumat (8/4/2011).

IMO sendiri telah lama bekerja sama dengan PT INTI dalam mengembangkan produk ponsel berikut konten-konten lokal di dalam handset IMO. Dikatakan Sarwo, 2011 merupakan tahun penentuan bagi ponsel lokal, mengingat pasar yang ada dirasa sudah mulai jenuh.

"Beberapa brand harus menunjukkan eksistensi. Dengan adanya pabrik di negara sendiri maka kami bisa lebih menunjukkan eksistensi kami ke masyarakat sehingga kami bisa meraih kepercayaan mereka. Nantinya pabrik ini akan dipersiapkan untuk memproduksi komponen-komponen ponsel berbau lokal," paparnya.

Produksi di pabrik ini nantinya juga akan menggandeng perusahaan pabrikan asal China, Premiere, yang selama ini menyuplai komponen handset IMO. Di negara asalnya, Premiere telah mampu memproduksi 2 hingga 3 juta unit per hari.

Namun di pabrik Bandung nantinya yang baru memiliki 6 hingga 8 line, kapasitas produksinya baru bisa mencapai 10.000 unit per hari. Meski demikian, lanjut Sarwo, itu sudah cukup untuk membangun industri ponsel di Indonesia.

"Kami tidak hanya sebagai penjual tapi juga produsen. Dengan sendirinya maka kepercayaan pasar akan mulai tumbuh," harap Sarwo.

IMO sendiri telah memasuki tahunnya yang keempat. Dari seluruh ponsel merek lokal, IMO telah menunjukkan eksistensinya selama empat tahun dengan menjadi bagian dari lima pemain besar ponsel merek lokal di Indonesia.

Tidak hanya menghadirkan ponsel berkonten lokal dan mengupayakan pabrik, IMO juga telah memulai ekspansinya ke wilayah Timur Tengah dengan menggandeng Lalei Albarakah Est, anak usaha Baterjee Group.

"Satu hal yang perlu diketahui, setiap IMEI di ponsel IMO telah terdaftar di The British Approvals Board for Telecommunications (BABT) yang merupakan badan internasional untuk identifikasi IMEI di dunia. Hal ini membuat semua ponsel IMO yang ada telah terdaftar dan diakui secara legal," pungkas Sarwo.

( rou / rou )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages